Avatar

Halo, Tuan!

Tampaknya anda baru di sini. Bila anda ingin terlibat, klik salah satu tombol berikut!

Lencana

Numpang TenarKomentar Pertama

RinaJ

Saya ibu dari Ramzy Aziz Rahmadi. Ramzy berusia 14 tahun kelas 9 di sekolah umum . Gangguan pendengaran Ramzy adalah 70 db & 100 db dan memakai alat bantu dengar sejak usia 1.8 th. Pada usia 7 th di saat Ramzy sekolah di kelas 2 SD, Ramzy selalu mengeluh pusing setiap pulang sekolah karena alat bantu dengarnya. Kami sampaikan pada Ramzy bahwa untuk mendengar itu pilihannya adalah memakai alat bantu dengar (abd) atau cochlear implan (CI). Mendengar opsi itu Ramzy langsung memilih CI karena katanya abd nya membuat kepalanya pusing jika di kelas. Kami cukup kaget Ramzy mau dioperasi. Untuk mengambil keputusan implan adalah tidak mudah bagi kami karena pada saat itu Ramzy sudah dapat berkomunikasi 2 arah sehingga kami merasa untuk apalagi Ramzy implan & sebagai orang tua kami takut anak kami dioperasi. Setelah mencari informasi yang cukup akhirnya kami memutuskan Ramzy diimplan dengan doa dan harapan agar Ramzy dapat mendengar lebih nyaman dengan kualitas mendengar yang lebih baik.

About Me

Saya, Rina Jayani - orang tua dari Ramzy Aziz Rahmadi, usia 14 tahun, bersekolah di kelas 9, sekolah umum. Ramzy terdeteksi gangguan pendengaran pada usia 1.8 tahun. Saat itu minim informasi mengenai gangguan pendengaran, sebagai orangtua, kami kebingungan mencari solusi/tindakan terbaik untuk Ramzy. Pendengaran Ramzy saat itu, kanan 100dB dan kiri 70dB, dengan alat bantu dengar di kedua telinganya. Ramzy sekolah di SLB selama 1 tahun, kemudian usia 3 tahun pindah ke sekolah umum. Suatu waktu, kira-kira saat ia kelas 1 SD, setiap pulang sekolah Ramzy mengeluh kepalanya pusing karena teman-temannya berisik dan teriak2 di kelas. Kami coba ajak Ramzy berdiskusi, bahwa solusi untuk rasa pusingnya adalah Alat Bantu Dengar atau Operasi Implant Koklea, di luar dugaan, Ramzy memilih Implant Koklea. Jujur saat itu kami sempat ragu, karena perkembangan Ramzy dengan ABD sudah bisa komunikasi dua arah, buat apalagi operasi? Dengan berat hati dan penuh kekhawatiran akan kata "Operasi" akhirnya kami memutuskan untuk implant koklea, pertimbangan kami saat itu, agar Ramzy mendengar jauh lebih nyaman dan jelas. Saat ini rasa syukur kami tidak pernah putus, keputusan Ramzy diimplant adalah tepat, perkembangan komunikasinya sungguh luar biasa. Harapan kami sederhana, kami ingin Ramzy menjadi anak yang mandiri, menggapai cita-citanya tanpa sedikitpun merasa berbeda.

Tentang

Nama pengguna
RinaJ
Bergabung
Kunjungan
47
Aktif Terakhir
Peran
Member, Mentor
Poin
11
Lencana
2

Aktivitas

  • Belum banyak kejadian di sini.