Halo, Tuan!

Tampaknya anda baru di sini. Bila anda ingin terlibat, klik salah satu tombol berikut!

How to Start.....

Setelah test Bera dan ASSR di 2 tempat yang berbeda (Medel dan Abdi) akhirnya saya harus menerima kenyataan bahwa anak saya positif mengalami gangguan pendengaran berat. Mungkin sekarang perjuangan saya dan istri akan dimulai. Memulai perjuangan yang berat tentu dari sisi biaya, waktu, tenaga dan lain2 membuat kita bingung...apalagi saya sebagai orang bali masih punya keluarga yang percaya bahwa kalau sakit itu ada juga disebabkan oleh hal selain "medis", mereka meminta kita untuk mencoba mencari pengobatan alternatif. Sampai ada saudara yang minta saya mencoba pengobatan alternatif di Jombang yang ada beritanya di TV. Ini menambah membuat semakin bingung...
Pertanyaannya harus memulai dari mana dan bagaimana memulainya?

Komentar

  • Salam kenal pak made .sy winadi mama dr Devan dr bali .pengalaman sy sama sprt bapak .sy jg sempat bingung waktu sy tau mslh anak sy mengalami gangguan penderngaran yg ckp berat.
    Waktu itu anak sy berumur 4th setelah berhsl test Bera& ASSR yg pejlnanan sgt panjang sampe sy hampir putus asa .dgn hsl test bera itu sy langsung pergi kejombang dg berhrp alternatif ini bs memulihkan pendengaran anak sy.ttp dg persa an kecewa dg dtng sampe 4x kesana anak sy tdk ada kemajuan apapun & jg penanganan tdk propesional .
    Sjk itulah sy memutuskan pake Abd sampe umur 7th dan sekrng sdh CI .
    Dg Ci ini pendengaran nya cgt bgs cm dia msh susah mengeluarkan kata2 ..
    Begitulah cerita &pengalaman sy .smoga Bapak bisa mengambil yg terbaik utk anak Bapak .

  • Makasih Bu..jadi yang di jombang itu hoax atau apa bu ya? sistem pengobatannya seperti apa?

  • Yaa mungkin sprt itu Pak kyknya jg pake mistik .krn waktu itu pas sy kesana padahal no giliran yg sy dpt no 1 tp orgnya truss sj pergi keluar dgn alasan sholat dan ada paertemuan dg seseorang sampe sy nunggu disana magrib dan itupun anak sy tdk dpt penanganan apa cuma dikasi minyak diblakang daun telinganya sdh disuruh pulang .sejak kejadian sprt itulah sy memutuskan tdk lg kesana .
    Maaf yaa pak bukannya sy mempropokasi krn itulah yg saya alami waktu itu .

  • Yth bapak @madesujendra dan ibu @winadi_wayan , tetap semangat sll u/ putra/putrinya yah.

    Sedikit berbagi cerita pengobatan alternatif di Jombang yg sampai heboh masuk TV dan rekor Muri. Memang tidak seperti ibu @winadi_wayan yang mengalami langsung kejadian tsb, saya baru sore ini mendengar dri seorang ibu yang memiliki anak perempuan (usia 10thn) dgn severe HL bilateral, yg sudah menggunakan abd. Beliau bercerita baru2 saja dalam sebulan bolak balik Sby-Jombang u/ mengikuti pengobatan dgn istilah buka saraf tsb. Ngantrinya lama sekali, dan penanganan hanya 10menitan. Yg menangani 'orang pinter' ya istilahnya. Abd tidak boleh dipakai. Telinga diberi seperti minyak, yg anaknya sampe bilang terasa panas. Kepalanya dijumput jumput dengan telapak tangan dan jari beberapa kali. Kemudian saat disana memang anak dari jarak ratusan meter (cerita sang ibu) dipanggil itu dengar. Tapi setelah sampai di rumah sudah ga sama lagi, tetep ga dengar tanpa abd. Cuma beliau bilang sejak dari sana, anaknya lebih mudah memahami percakapan, itu saja hasil baik menurutnya. Sekali berobat dana keluar +/- 5 juta dengan sangunya. Total hampir 50jt sampai akhirnya beliau putuskan stop.
    Memang semua termasuk ikhtiar u/ bisa jdi lebih baik, tpi perlu dipertimbangkan matang2.
    Semoga bisa membantu.

    Tq

  • Selamat malam bapak Made.
    Salam saya, mama Effrata dari Mojokerto.
    Kebetulan sekali, kota tempat kami tinggal dekat dengan kota Jombang.
    Sedikit info berbagi untuk bapak mengenai pengobatan alternatif di Jombang.
    Setahu saya, pengobatan disana berlatar belakang motif. Dan tentunya berhubungan dengan uang.
    Banyak sekali anggota komunitas yg tergiur untuk mencoba alternatif ini, dan dari sekian banyak yg saya temui semua merasa kecewa, karena tidak ada hasil, dan juga biaya yang besar.
    Bahkan hingga puluhan juta rupiah.
    Berbagai upaya telah dilakukan untuk menutup praktek pengobatan tersebut.
    Juga upaya dari kalangan dokter THT Jawa Timur yang melakukan edukasi dan bakti sosial untuk mengedukasi masyarakat, khususnya wilayah Jombang untuk mengerti dan memahami solusi yang benar terhadap penanggulangan gangguan dengar pada anak. Dan pada pertengahan bulan maret ini, di Jombang telah dilakukan operasi implant pertama, bakti sosial, seminar penanggulangan gangguan dengar dan kunjungan dari menteri kesehatan.
    Semua upaya tersebut dilakukan agar masyarakat sadar, bahwa praktek pengobatan alternatif tersebut adalah tidak benar dan justru merugikan.
    Jadi, saran saya pak..silahkan dipertimbangkan lagi niat untuk mencoba pengobatan alternatif ini.
    Karena, sudah banyak bukti jika tidak ada hasilnya. Hal ini akan menambah beban, dan kerugian baik materiil dan moril untuk bapak dan keluarga.
    Terima kasih bapak, semoga info saya bisa bermanfaat bagi bapak dan keluarga.

    Salam super
    Mama Effrata

  • Selamat siang bapa @madesujendra
    perkenalkan saya mama nazwan dari bandung betul sekali pendapat mama effrata untuk pengobatan alternatif mr.M itu s.d hari ini belum terbukti kebenarannya ,dan setau saya untuk Tuna Rungu belum ada obatnya ,seperti sayapun sebelumnya sempat berobat medis 1 tahun tetapi tetap ambang pendengaran putra saya tidak berubah dari banyak pengalaman orgtua banyak sekali yg terbuang waktunya ,energi, dan materi hanya semata ingin menyembuhkan pendengaran anaknya, hal yg paling masuk akal adalah segera memakaikan alat bantu dengar ,setting alat yg tepat,habilitasi,terapi lihat perkembangannya apakah anak kita masih bisa terbantu dengan Alat Bantu dengar karena banyak juga yg terbantu dengan ABD, jika perkembangan jalan ditempat seperti putra saya,pilihan terakhir bisa melakukan Implant cochlear semoga informasi ini dapat membantu bapa :-)

Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.