Howdy, Stranger!

It looks like you're new here. If you want to get involved, click one of these buttons!

Bagaimana menghadapi bully

Salam kenal,

Nama saya Suci, orangtua ATR.

Isu yang sedang hangat belakangan ini soal bully, sebenarnya saya sempat baca beberapa postingan mentor BEA di Facebook, namun saya merasa kurang nyaman curhat di Facebook, terlalu terbuka dan banyak sekali orangtua yang mungkin sebenarnya ingin memberikan support kepada saya, tapi akhirnya malah seperti membanding2kan anak mereka dengan anak saya, rasanya ga nyaman banget.

Kami memang sedang dalam proses seleksi untuk implan, namun soal buly ini kadang ga cuma anak-anaknya aja yang ngerasain, saya sering banget ngerasa dibuli baik di facebook, tetangga, sodara, temen kerja. Belum lagi grup di Facebook yang komen komen ga pada tempatnya, saya curhat soal implant eh dijawab "alhamdulillah anak saya pake ABD udah bisa ngomong" lhaaa ini kan ga nyambung komennya. Semoga forum ini ga kayak gitu ya.

Gondok lho dibilang katanya saya punya dosa apa sampe anak saya budek?

mungkin ada bapak/ibu yang merasakan seperti saya, biar saya ga ngerasa sendirian ngadepin buli2 dari orang lain.

makasih.

Comments

  • Halo Bund @Suci,

    Selamat datang di forum kisah mendengar bund @Suci (peluk hangat), semoga nyaman dan betah ya bund.

    Ngomong-ngomong kalo pas kita lagi curhat atau sekedar numpahin unek-unek terus dapet respon menghakimi rasanya ga nyaman ya bund :(:'( belum lagi sifat facebook yang terlalu terbuka untuk umum kadang buat kita ga nyaman ya bu, saya pun sering merasa seperti itu, sungguh ngeluh capek, bete, jengkel, itu manusiawi bund. Wajaaaar banget, yang kita bisa lakukan ya mengeluarkan unek-unek supaya lega. Jadi bunda @Suci ga perlu merasa bersalah ya kalo memang punya unek-unek, ya harus dikeluarkan.

    Bunda @Suci bete sama tanggapan orang-orang di Facebook, dan mencoba cari tempat alternatif curhat disini, apa yang bunda @Suci lakukan sudah tepat, yaitu mencari tempat yang dirasa nyaman untuk curhat.

    Soal komentar buli atau menghakimi dari orang lain, mungkin kalau saya akan pilih berusaha seminimal mungkin berinteraksi dengan mereka, latihan untuk masuk kuping kanan keluar kuping kiri, dan cari tempat curhat yang cocok serta nyaman buat saya.

    Semoga sedikit membantu ya bund @Suci , semoga proses seleksi implant berjalan mulus dengan pertimbangan garansi, jaminan kebenaran informasi, kalo ada yang mau ditanyakan soal implant, boleh lho bund.

    Saya dan bu ibu disini @Mama_Bryan @ErningT @ayuni @AyuT @EstriS @DianaST @SanW @sekar_dyah79 @RinaJ @Sarie_aqilla akan senang membantu.

    Salam
    Restu

  • Hai bu suci
    Salam dari saya

    Soal bully
    Jangan pernah merasa sendiri yaa
    Sayapun mengalami kok ..
    #berpelukan...
    Tapi ya Alhamdulilah seiring dengan wacana wawasan yg makin terbuka...
    Problema bully ini bisa dihempaskan
    Kuncinya memang klasik
    Sabar dan jangan ambil pusing kemudian fokus pada apa yg menjadi target kita.

    Semisal ibu sedang ingin Implan buat ananda
    Ya sudah fokus saja..
    Bertanya Berkonsultasi atau sharing dengan keluarga yg anaknya yang sudah menjalani proses Implan ini.

    Mantapkan pilihan ibu dengan perluas informasi secara akurat
    Implan keputusan sekali seumur hidup
    Tentunya kita mau yang terbaik buat ananda.

    Sebelum dan sesudah implan banyak tahapan yg dilalui
    Persiapkan fisik dan mental untuk itu.
    Memang tidak mudah dan jalan masih panjang
    Tetapi percayalah ibu dan keluarga tidak sendiri
    Kami para mentor BEA akan selalu support
    Salam semangat
  • Salam kenal bu suci...

    Saya ibunya Nadifa dari jogja. Dulu saat anak sy mau pasang implan koklea, sy sengaja tidak mempublish kepada siapapun, kecuali pihak2 yg kompeten (penyedia ci, dokter tht, dan ortu tertentu yg kami perlu informasi darinya). Kenapa? Ya, salah satunya untuk menghindari bullying tadi.. Kami ingin bisa melakukan semua proses dengan nyaman, tanpa "ikut campur" aneka komen orang lain yg kami tidak membutuhkannya.. Sepertinya jahat ya? Lha wong orang lain bermaksud baik, kok malah dihindari ? :)

    Sesungguhnya yg paling tahu kondisi anak adalah kita, orangtuanya. Orang lain sering menyamakan segala sesuatu dengan dirinya, sehingga dalam memberi komentar akhirnya juga tidak pas dengan kondisi riil yang ada. Kesulitan2 yg dihadapi, alasan2 kenapa akhirnya kita mengambil satu keputusan, kitalah yg lebih tahu.

    Jadi kuncinya, kita harus punya alasan yang kuat dari setiap keputusan yang akan kita lakukan. Tentunya dengan mempelajari/mencari informasi dari sumber2 yg kredibel, baik media ataupun personal (dokter, ortu lain yg dipercaya). Selanjutnya tinggal pasang kacamata kuda :) InshaAllah lebih nyaman melangkah

    Semoga tidak risau lagi ya bunda..
  • Haiiiiii ibu @Suci ...
    Mengenai bully..
    Mungkin bukan sebagian dari kita, bahkan semua dari kita orgtua maupun anak tuna rungu pernah mengalami bully.. bukan dimaksud bully fisik, melainkan bully verbal dari orang lain, maupun saudara sendiri..

    Mengenai hal tersebut, ibu tidak perlu risau dengan "kata" dari orang2 lain yg berbeda faham dengan kita, walaupun sama2 memiliki ATR. Apalagi nada sumbang dari orang lain yg tidak memiliki anak luar biasa spt kita ini..

    Banyak pandangan orang tua, tentang "anak saya saja sudah bagus dengan ABD, utk apa harus implan?" Seperti yg viral di media sosial.
    Kembali lagi ibu, terhadap ekspektasi kita sbg orgtua. Tentunya dgn ABD, si anak tidak memiliki kejernihan suara spt anak CI. Nah, jika saya ikut berkomentar hal spt ini di media sosial, pasti nya saya di cap "anti ABD"
    Padahal saya hanya mengutarakan pendapat saya tentag ekspektasi org tua kpd ATR nya.. Seperti ekspektasi saya, terhadap aqilla, saya ingin suaranya tidak sengau dan jernih seperti orang yg normal. Bisa jadi ekspektasi orang tua yg lain, yang penting anaknya dengar saja sudah gak apa apa, sengau juga gak masalah. Berbeda ya bu?...

    Saran saya, ibu straight to the point saja berusaha utk mengambil langkah yg terbaik utk si buah hati. Kalau sudah hati menuntun ibu utk mengimplankan anak, tetap saja fokus utk mempersiapkan hal tsb. Jangan terlalu larut dalam kesedihan ya bu..

    Group media sosial, jgn diambil hati.. yg penting saja menurut ibu baik, silahkan ibu ambil. Tapi yg tidak sesuai dgn keinginan ibu, di abaikan saja bu. Karena walaupun kita sama2 memiliki ATR, bisa saja ekspektasi atau harapan terhadap anak kita berbeda.

    Kami disini adalah keluarga yg sama2 saling menguatkan.. Ibu tidak salah masuk ke komunitas ini.. karena kami akan berbagi pengalaman yg sebenarnya.. Tetap semangat bu, semoga bermanfaat
  • hai ibu suci salam kenal selamat sore,...
    saya termasuk yg mengalami hal itu sebelumnya ketika saya mengambil langkah untuk implan, kenapa saya akhirnya memilih implan karena anak saya tidak terbantu dengan ABD, mungkin kurang sabar ? ya gak sabar gimana udah 2 tahun anak saya pakai ABD tp perkembangan jalan di tempat, mungkin kurang terapi atau latihan, Alhamdullilah terapi 1 minggu sekalidan latihan tiap hari, yaaa kemungkinan2 seperti itu banyak sekali...
    yg pasti selain krn perkembangan putra saya ketika memakai ABD tidak sesuai harapan dan saya juga ingin anak saya bisa mendengar layaknya org yg mempunyai pendengaran normal walaupun tidak sama 100%. kalo saya Alhamdullilah jika banyak yg terbantu pakai ABD pasti saya bersyukur sekali dan gak perlu implan tapi ternyata tidak semua anak bisa terbantu dengan ABD selanjutnya tergantung pada keputusan masing2 orangtua ingin seperti apa anaknya, apakah cukup dengan seperti ini saja atau kita punya impian lain untuk anak kita...kadang saya juga miris baca sosmed yg tadinya mungkin ingin bangga tapi malah jatuhnya sombong karena yg melihat dari berbagai sudut pandang, alangkah indahnya jika saling support bukan saling menjatuhkan karena tujuan kita adalah untuk kemajuan dan keberhasilan putra putri kita... maka dari itu jika ibu sudah mengambil satu keputusan dan yakin bahwa itu yg terbaik untuk masa depan anak kita alangkah baiknya kalo kita pakai kacamata kuda (kaya saya) ha ha ha... prinsip saya ini anak saya jadi masa depan dia ada di tangan saya...tetap semangat ya buuu, maaf kalo ada kata kata yg gak nyambung :D

  • oh iya tambahan pengalamn ibu @dwii sama sama saya daripada di nyinyirin saya simpan dulu ,setelah selesai baru di publish ;)

  • Alhamdulillah, seneng banget dapet dukungan moral dari ibu-ibu, berarti banget buat saya dan suami.

    Mungkin saya harus lebih nebelin hati dan kuping ya Bu, tapi gimana susaaaah banget, kalo ada yang nyinyir itu rasanya pengen langsung balikin semua kata-katanya, tapi kok buang energi, tapi ya kesel.

  • Makasih banget ya Mama @ErningT , @dwii , @sekar_dyah79 @Sarie_aqilla @AsriR , jangan kapok dan bosen dengerin saya curhat ya

  • Sama-sama Bu @Suci, seneng banget bisa bantu, jangan sungkan kalo ada tanya-tanya lagi ya

  • Salam kenal Bu Suci, Saya Mama Bryan dari Bali.
    Memiliki anak yang "special" membuat kesabaran kita selalu diuji. Baik dari menangani anak kita sendiri dan dari lingkungan di sekitar kita.
    tapi yang terpenting kita selalu fokus kepada tujuan kita agar anak kita bisa mendapat pendengaran yang lebih baik.
    Dari pengalaman saya, waktu itu bryan diimplan umur 3 tahun dan sebelumnya memakai ABD sekitar 6 Bulan.
    Waktu itu sih ada juga nada miring soal implan, tapi saya ga ambil pusing karena saya hanya ingin anak saya bisa mendengar.
    Tetap semangat bu suci fokuskan selalu kepada tujuan awal ibu, siapkan segala sesuatunya untuk implan karena itu lebih bermanfaat buat anak kita ya bu....

  • @Mama_Bryan , salam kenal ya Bund. Iya saya kadang sampai kelepasan ngebales omongan orang yang nyinyir dengan nada kesel. Sampai kadang saya mikir, kok ini yang nyinyir malah dari lingkungan terdekat sendiri, yang mana harusnya saya dapet dukungan ya.

    Saya malah seneng banget bisa ikutan gabung disini, jadi bisa leluasa cerita-cerita tanpa merasa dihakimi.

  • Hai Ibu Suci...semoga semua baik baik saja ya?tetap semangat 45 berjuang untuk sibuah hati ya?Soal bully...terhadap anak dan diri kita...saya rasa semua kita mengalami ya..cuma terkantung kita bagaimana kita menyikapinya. jangan terlalu dimasukin ke Hati, kita jadikan motivasi untuk berbuat yg terbaik buat anak anak kita, yg bully kita kan tak tau seberapa berat ujian yg sdg kita hadapi. kalau saya dibuli saya cuekan aja yg menjalani kan kita, dibilang kita punya anak khusus karana dosa kita tau apa mereka dg kehidupan kita. Sabar dan tetap fokus melakukan yg terbaik buat adek, kita adalah orang tua yg terpilih buat merawat anak yg dititipkan Allah.belum tentu mereka mampu dan sanggup seperti kita, mau kita punya anak yg sehat dan normal, jika bisa memilih. begitupun dg keluarga baik dari pihak keluarga suami maupun istri,kita jelaskan dan beri pengertian secara baik baik jika masih tak mau stop membuli bilang kemereka "Ok saya jangan disalahkan terus sekarang saya butuh dana buat pasang implant dan teraphy kalian mau nyumbang berapa buat bantuin saya, saya mau anak saya normal seperti anak kalian, tapi jika kalian tak bisa mulai sekarang stop bicara tak penting dan tolong doakan saya biar kuat menghadapi ujian ini.ini dulu yg saya lakukan bu kekeluarga saya. sejak itu mereka diam semua, dan jika disekolah anak kita dibully minta waktu aja dg pihak sekolah untuk penanganannya, semua kita bicarakan dan kita selesaikan secara baik baik dg orang tua dan pihak sekolah, dulu disekolah nahdah ada anak teman saya autis kambuh dikelas semua orang tua kompak komplein kesekolah agar anak khusus dibikin satu kelas jangan dicampur dg yg normal saya ikut terbawa bawa dong? tapi untunglah pihak sekolah bisa menyelesaikan secara kekeluargaan.malah ada bu orang tua yg ngerumpi menjelek jelekan anak khusus, mereka tak tau kalau saya yg disamping mereka salah satu orang tua yg sdg mereka bicarakan, biar mereka puas saya panggil nahdah dan saya suruh salam dan berkenalan dg mereka. mereka malu sendiri dan saya tak dendam dg mereka semua orang tua saya jadikan teman semua.
Sign In or Register to comment.